🔔 Aktifkan notifikasi disini

Besaran dan Satuan: Beberapa Prinsip Penting


Kali ini saya akan berbagi
ulasan kembali mengenai Besaran dan Satuan: Beberapa Prinsip Penting. Penjelasan ini sudah dipaparkan oleh Muhamad Abdulkadir Martoprawiro, Ph.D. (Dosen Kimia ITB) pada Lokakarya Daring bekerjasama dengan AGKI (Asosiasi Guru Kimia Indonesia).

Buku Harian, Tangan, Menulis, Notes

Perlunya aturan/prinsip khususnya di bidang kimia demi menyelaraskan pemahaman akan konsep harus ditekankan. Salah satu topik yang diangkat sebagai pembahasan adalah Kekonsistenan Penggunaan Lambang Besaran dan Satuan dalam dunia Kimia. Kekonsistenan sangat diperlukan sebagai pedoman penyampaian materi, pembuktian prinsip, serta pertanggungjawaban pada kegiatan ilmiah.

Beberapa prinsip yang akan dibahas, diantaranya:
1). Lambang besaran dan satuan mengikuti kesepakatan (konvensi) internasional, yang umumnya berdasarkan bahasa internasional, tetapi kepanjangannya menggunakan bahasa Indonesia. 
Contoh dalam bidang Fisika (Besaran)
  • v (velocity) = kecepatan
  • r (rate of reaction) = laju reaksi
  • m (massa) = massa
  • t (time) = waktu
  • l (length) = panjang
  • I (electric current) = kuat arus listrik
  • Q (electric charge) = muatan listrik
Contoh dalam bidang Kimia (Besaran)
  • ΔHf (enthalpy of formation) = perubahan entalpi pembentukan
  • ∆Tb (boiling point elevation) = kenaikan titik didih (bukan ΔTd)
Contoh beberapa satuan
  • M/s = molar per detik (untuk laju reaksi), boleh dengan pangkat -1 (Ms-¹)
  • mL = mililiter (untuk volume)
  • amu atau u = satuan massa atom
  • J = Joule.
  • N = Newton
  • s = detik (dalam kalimat bisa disebut mis. reaksi berlangsung selama 15 detik, tapi ketika disingkat menjadi 15 s)
2) Lambang besaran menggunakan huruf miring (Italic), sedangkan lambang satuan menggunakan huruf tegak.
  • m → kg (massa • kilogram)
  • x → m (posisi • meter)
  • Q → C (muatan • Coulomb)
  • n → mol (jumlah zat • mol)
  • C → M (konsentrasi atau kemolaran • Molar)
3).  Nama besaran berbeda dengan nama satuan, lambang besaran disarankan berbeda dengan lambang satuan.
  • Bukan mol O₂ = 0,2 mol, melainkan n O₂ = 0,2 mol
  • Bukan g H₂O = 0,3 g (atau 0,3 gram), melainkan m H₂O = 0,3 g
  • Bukan M HCl(aq) = 0,05 M, melainkan C HCl(aq) = 0,05 M
Catatan: Khusus lambang besaran konsentrasi, beberapa buku teks memberi keleluasaan untuk membedakan lambang besaran yang berbeda untuk satuan konsentrasi yang berbeda. Walaupun demikian, bisa dipertimbangkan konsisten menggunakan C, tetapi jika diperlukan penegasan satuan, bisa ditambahkan subscript berupa M (jika satuannya molar), m (jika satuannya molal), dll.
Untuk kemolaran, bisa digunakan lambang besaran [HCl(aq)] = 0,1 M.

Beberapa yang dibahas tersebut sekilas tampak sepele, tetap makna dan manfaat yang ada itu berfaedah besar, apalagi terkadang konsep yang dipelajari dan diajarkan jauh berbeda. Maka dari itu, perlu kembali ditelaah dan diamati poin-poin yang mana saja yang harus dikuatkan dasarnya, sehingga kedepannya bermanfaat bagi semua. 

Jika ada tambahan dari para pengunjung boleh di share demi kemajuan ilmu Kimia.

Semoga bermanfaat.

1 komentar

  1. Mantap gan artikelnya menambah wawasan kita tentang kimia :D
Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.