Pernahkah kalian melihat air yang ada di gelas, lalu di pindahkan ke dalam mangkok? Apakah ada perubahan bentuk air tersebut?
Air merupakan suatu zat yang berbentuk cair, apabila air dipindahkan ke wadah tertentu maka akan selalu mengikuti bentuk wadah serta volumenya tidak akan pernah berubah.
| Salah satu zat cair adalah Air. |
Wujud zat dapat dibedakan menjadi padat, cair dan gas.
- Zat padat bersifat kaku kerena partikel penyusunnya rapat dan tidak berpindah tempat. Zat padat mempunyai bentuk dan volume tetap.
- Zat cair dapat mengalir, walaupun partikel penyusunnya rapat, zat cair dapat bergerak. Bentuknya akan mengikuti bentuk wadahnya, tetapi volume tetap.
- Pada gas, partikelnya dapat bergerak bebas dan sangat renggang. Dengan demikian, bentuk dan volumenya tidak tetap.
Materi yang
wujudnya terletak di antara dua tingkat wujud disebut koloid. Contoh koloid
antara lain mentega, asap, agar-agar, kabut dan selai.
Teori Partikel
Teori partikel digunakan untuk menjelaskan perbedaan berbagai macam wujud zat.
- Partikel-partikel dalam zat padat tersusun rapat dan diam di tempatnya. Satu-satunya gerakan partikel dalam padatan adalah vibrasi (getaran). Oleh karena itu, bentuk dan volumenya tetap.
- Partikel-partikel dalam zat air tersusun rapat, tetapi masih dapat bergerak. Gerakan partikel dalam cairan berupa vibrasi, rotasi (berputar), dan translasi (berpindah tempat). Oleh karena itu, cairan mempunyai volume tetap, tetapi bentuknya akan berubah mengikuti bentuk wadahnya.
- Dalam gas, partikel relatif sangat renggang dan bergerak bebas. Gerak partikel dalam gas juga berupa vibrasi, rotasi, dan translasi. Partikel gas bergerak lebih cepat daripada dalam bentuk cairannya. Gas selalu mengisi ruang yang ditempatkan secara homogen. Oleh karena itu, bentuk dan volume gas mengikuti wadahnya.
Kohesi dan Adhesi
Antar partikel zat terdapat gaya kohesi dan adhesi.
- Kohesi adalah gaya tarik-menarik antar partikel sejenis.
- Adhesi adalah gaya tarik-menarik antar partikel yang berbeda.
Gaya kohesi relatif kuat di dalam zat padat dan zat cair, sedangkan dalam gas, gaya kohesi dan adhesi lemah.
Perubahan Wujud
Perubahan wujud disebabkan oleh pemanasan atau pendinginan.
- Suhu pada saat padatan berubah menjadi cairan disebut titik cair (titik leleh).
- Suhu pada saat cairan berubah menjadi uap disebut titik didih.
- Pada pendinginan, pengembunan terjadi pada titik didih (titik embun = titik didih) dan pembekuan terjadi pada titik leleh (titik beku = titik leleh).
- Ada beberapa zat yang jika dipanaskan tidak mencair, tetapi langsung menjadi gas (menyublim) seperti iodin, kamper, dan es kering (CO₂ padat).
Titik Cair dan Titik Didih Zat Murni
- Titik cair atau titik beku adalah suhu ketika zat padat berubah menjadi zat cair atau zat cair berubah menjadi padatan.
- Titik didih atau titik embun adalah suhu ketika cairan mendidih atau uap mengembun.
- Tidak ada dua jenis zat yang mempunyai titik cair dan titik didih yang sama. Adanya pengotor dalam suatu zat akan menurunkan titik beku dan menaikkan titik didih.
Titik Leleh dan Titik Beku Campuran
- Campuran tidak memiliki titik leleh atau titik didih yang tetap.
- Titik leleh pada campuran adalah suhu pada saat campuran itu mulai meleleh.
- Titik beku campuran adalah suhu pada saat campuran itu mulai membeku.
- Tekanan tidak mempengaruhi titik leleh, tetapi sangat mempengaruhi titik didih.
- Semakin besar tekanan di permukaan zat cair, semakin tinggi titik didihnya.
- Titik didih suatu zat adalah suhu pada saat zat itu mendidih pada tekanan 1 atm.
Proses Pelarutan
- Waktu pelarutan dipengaruhi oleh suhu, pengadukan, volume pelarut dan ukuran zat terlarut.
- Pelarutan zat padat terjadi ketika partikel pelarut bertumbukan dengan partikel zat terlarut. Proses pelarutan akan bergantung pada energi dan frekuensi tumbukan.
Kelarutan
- Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat larut dalam sejumlah tertentu pelarut. Kelarutan dinyatakan dalam garam zat terlarut per 100 gram pelarut.
- Larutan jenuh adalah larutan yang telah mengandung jumlah maksimum zat terlarut.
- Kelarutan bergantung pada jenis pelarut dan zat terlarut.
- Kelarutan dipengaruhi suhu tetapi tidak dipengaruhi oleh ukuran butiran zat terlarut maupun pengadukan.
Semoga bermanfaat