Dalam bidang kimia seringkali menggunakan kata serapan yang berasal dari bahasa asing (cenderung dari bahasa Inggris). Namun tak jarangpula, dengan penggunaan istilah tersebut ditemukan kesalahan-kesalahan yang memang perlu harus diperbaiki kembali.
Pemaparan topik tersebut sebelumnya telah disampaikan oleh bapak Muhamad Abdulkadir Martoprawiro, Ph.D (Dosen Kimia ITB) pada acara Lokakarya Daring – AGKI Mei 2020.
Berikut beberapa poin penting yang sudah saya rangkum tentang aturan/prinsip peristilahan ilmiah dalam bidang kimia yang sangat bermanfaat bagi pihak-pihak yang membutuhkan referensi istilah kimia.
1. Kata asing dengan imbuhan akhir, tapi akar katanya tidak diserap ke dalam bahasa Indonesia, menggunakan aturan alih-bahasa berikut:
- -ic -ik, seperti paramagnetic : paramagnetik
- -ar, -ary : -er, seperti binary mixture : campuran biner.
- -ty : -tas, seperti university : universitas
- -al : -al, seperti bilingual : bilingual.
Dalam semua contoh di atas, akar katanya (universe, dll.) tidak diserap ke dalam bahasa Indonesia, karena itu katakata dalam contoh di atas diserap secara utuh, sebagai kata tunggal, tanpa mempertimbangkan akar-katanya.
2. Kata asing dengan imbuhan akhir, tapi akar katanya sudah diserap ke dalam bahasa Indonesia, kata terjemahannya menggunakan terjemahan akar-katanya, disertai imbuhan Indonesia.
- Electronegativity : keelektronegatifan, bukan elektronegativitas
- Electronegative : elektronegatif¹
- Molar : molar
- Molarity : kemolaran, bukan molaritas (apalagi moralitas 🙂)
- Molal : molal
- Molality : kemolalan, bukan molalitas.
- Active : aktif
- Activation energy : energi pengaktifan, bukan energi aktivasi
- Activity coefficient : koefisien keaktifan, bukan koefisien aktivitas
Contoh kalimat:
¹Atom fluor lebih elektronegatif dibanding atom klor.
(Catatan: imbuhan = awalan, akhiran, dst)
3. Jika kata bendanya telah diserap dalam bahasa Indonesia, maka imbuhan yang mengubah bentuk katanya menjadi kata sifat, tidak digunakan. Satu contoh yang bisa menegaskan aturan ini, kita tidak memiliki pengubahan bentuk kata, kalau kata benda berubah perannya sebagai kata sifat. Sebagai contoh perhatikan 2 kalimat berikut.
- Panas berpindah dari benda yang suhunya tinggi ke benda lain yang suhunya rendah.(Panas sebagai kata benda, sebagai kata benda "Panas", bisa digantikan dengan kalor).
- Benda A lebih panas dari benda B. (Panas sebagai kata sifat).
- Atomic mass : massa atom, bukan massa atomik
- Atomic structure : struktur atom, bukan struktur atomik
- Molecular mass : massa molekul, bukan massa molekuler
- Molecular structure : struktur molekul, bukan struktur molekuler
- Molecular formula : rumus molekul, bukan rumus molekuler
Oleh karena itu, hal yang umum akan ditekankan kembali:
Jika ada yang kurang/ingin ditanyakan, silahkan sampaikan di kolom komentar.
Semoga bermanfaat.
- Molecular biology : biologi molekul, bukan biologi molekuler
- Diatomic gas : gas diatom, bukan gas diatomik
- Poliatomic gas : gas poliatom, bukan gas poliatomik
- Ionic compound : senyawa ion, bukan senyawa ionik
- Computational chemistry : kimia komputasi, bukan kimia komputasional (Tidak dihilangkan “-ic” nya, karena diserap sebagai kata utuh: paramagnetik, diamagnetik).
Sebagai tambahan, berdasarkan aturan/prinsip yang disampaikan diatas, diperoleh hasil pencarian di web browser (Google) dengan versi sebelum dan sesudah perbaikan. Untuk hasilnya dapat dilihat pada gambar berikut.
Semoga bermanfaat.