🔔 Aktifkan notifikasi disini

Antioksidan Menghambat Kerusakan Makanan

Cara yang biasa kita lakukan untuk mencegah proses ketengikan atau rusaknya makanan yaitu dengan pendinginan. Misal daging, ikan, atau susu agar lebih awet dimasukkan ke dalam lemari pendingin. Salah satu penyebab kerusakan bahan makanan adalah terkena paparan udara. Kerusakan tersebut dikenal dengan reaksi oksidasi. Beberapa senyawa kimia yang menjadi pemicu timbulnya kerusakan yaitu riboflavin, 𝜷 - karoten, vitamin A, dan asam lemak yang bereaksi dengan peroksida. Oleh karena itu, selain proses pendinginan, diperlukan senyawa yang dapat menghambat laju reaksi oksidasi. Senyawa tersebut dinamakan antioksidan . 

Beberapa contoh antioksidan dan bahan makanan yang menggunakannya dengan kadar tertentu sesuai aturan sebagai berikut.


1.   Butil Hidroksi Anisol (BHA)
Butil Hidroksi Anisol (BHA) digunakan dalam bahan makanan margarin, mentega, hasil olahan susu, dan ikan beku.

2.   Butil Hidroksi Toluena (BHT)
Butil Hidroksi Toluena (BHT) merupakan antioksidan bahan-bahan pangan, seperti margarin, mentega, dan ikan beku.

2.   Butil Hidroksi Tersier
Antioksidan tersebut digunakan dalam lemak atau minyak pangan olahan.


Lemons, Citrus, Fresh, Fruit, Yellow
Kandungan Antioksidan (Vit. C)
dalam Lemon Citrus
3.   Asam Askorbat (Vitamin C)
Asam askorbat digunakan dalam produk ikan beku, daging olahan, daging awetan, buah kalengan, jeli, saus apel kalengan, kaldu, makanan bayi kalengan, dan potongan kentang goreng beku.

4.   Asam Eritrobat dan Garamnya
Antioksidan tersebut digunakan dalam olahan daging awetan atau daging olahan, saus apel kalengan, dan ikan beku.

5.   Askorbil Stearat dan Askorbil Palmitat
Antioksidan tersebut digunakan dalam minyak kelapa, minyak kacang, dan margarin.

6.   Propil Galat
Propil galat digunakan dalam produk minyak mentega, lemak susu, hasil olahan susu, margarin, minyak kelapa, dan minyak kacang.
Alfa-Tokoperol (Vit.E)
sebagai Antioksidan

7.   Alfa-Tokoferol dan Tokoferol Campuran Pekat
Antiokdidan tersebut digunakan dalam produk lemak, minyak kelapa, minyak kacang, margarine, kaldu, dan makanan bayi kalengan.

8.   Timah (II) Klorida
Antiookdisan tersebut digunakan dalam pekatan sari nanas dan asparagus dalam botol.


Semoga bermanfaat.

Posting Komentar

Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.